Tuesday, May 17, 2011

KAI Tambah 130 Gerbong KRL Jabodetabek Tahun Ini


JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah 130 gerbong untuk rute Jabodetabek di tahun 2011 ini. Saat ini, PT KAI masih melakukan proses tender.

"Tahun ini kami akan tambah 130 unit armada lagi untuk menambah kapasitas angkut penumpang," kata Sekretaris Perusahaan PT KRL Commuter Jabodetabek (KCJ), Makmur Syaheran, Senin (16/5/2011),
kepada wartawan.

Jelas Makmur, sejak tahun 2009 penambahan gerbong terus dilakukan. Pada tahun 2009, sudah dilakukan penambahan 8 unit gerbong dan tahun 2010 sebanyak 118 unit gerbong.

"Sedangkan yang eksis sekarang baru 386 gerbong yang tiap rangkaian keretanya berbeda-beda jumlahnya," ujar Makmur.

Dari jumlah armada yang eksis itu, sebanyak 326 unit gerbong masih dalam kondisi prima. Sementara, 60 unit lainnya sudah tua sehingga mudah rusak dan biasa ditemui pada kereta ekonomi non AC.

Penambahan gerbong kereta sejak tahun 2009 hanya dilakukan bagi rangkaian kereta api ekonomi AC atau pun ekspres. Sedangkan, kereta ekonomi non AC tidak pernah lagi ditambah.

"Para stake holder itu selalu minta kami untuk tambah kereta ekonomi. Tapi masalahnya, sudah nggak ada lagi pabrik yang ngeluarin kereta ekonomi non AC," terangnya.

Saat ini, hanya ada tiga negara di dunia yang masih memakai kereta ekonomi yakni India, Bangladesh, dan Indonesia. Untuk mrngatasi hal tersebut, solusinya adalah dengan membuat kereta ekonomi menjadi ekonomi AC.

"Namun, kemarin mau ditingkatkan tarifnya saja sudah ribut. Makanya ditunda dulu. Nantinya, tarif akan ditetapkan oleh pemerintah. Setelah itu ditetapkan, kami berjanji akan mensosialisasikan," ujarnya.

PT KAI mengemban tugas berat untuk mampu melayani 400 ribu penumpang setiap harinya. Pemerintah juga menetapkan target bahwa di tahun 2009, kereta api Jabodetabek mampu mengangkut 1,2 penumpang setiap hari.

Untuk menampung 1,2 juta penumpang itu, KRL memerlukan gerbong sebanyak 1 440 unit. "Kalau tarifnya masih segitu-segitu saja, investasi jelas nggak bisa," imbuhnya menutup pembicaraan.



sumber

No comments:

Post a Comment